GENERASI KINI DUH .. SEDIHNYA
Berapa banyak tetangga kita yang mati karena OD. Berapa banyak kawan-kawan kita yang terjerumus dan akhirnya jatuh ke jurang paling dalam akibat drugs. Berapa banyak tetangga kita yang bersikap apatis, hidup segan mati tak mau, cuek, masa bodoh, nggak peduli, emang gue pikirin, kasian deh lu …
generasi kini, duh sedihnya
Bukan maksud hati untuk memaki, tapi karena peduli. Melihat generasi saat ini prihatin banget. Sebuah data mengungkapkan, 1,8 juta anak di tahun 2003 terkena narkoba, 11,344 pada tahun 2003 ditangkap karena melakukan tindakan criminal dan 144 anak di tahun 2002 terkena HIV/Aids. Tingginya angka-angka itu membuktikan betapa rendahnya nilai moral sebuah generasi. Tak bisa dipungkiri, merosotnya nilai moral itu akibat perubahan nilai social dan pola asuh yang tidak menekankan pada pembinaan akhlak. Akibatnya, seperti yang kita lihat deh, apatis, cuek, nggak peduli, dan sikap masa bodoh lainnya.
Cari gampang
Cara instant kini jadi trobosan. Mencari jalan gimana supaya apa yang dimaui cepet jadi kenyataan. Nggak peduli apakah jalan yang dilalui merugikan banyak orang atau nggak, yang penting, terwujud man… sikap ini jelas membuat kita sengsara, emang nggak sekarang, tapi tunggu beberapa saat lagi. Salah satu contohnya visual sebuah mobil. Seorang pemuda maksain supaya mobilnya sama dengan gambar mobil merek baru yang kecil dan rimgkes. Nggak tanggung-tanggung mobil miliknya ditabrakin ke kiri, ke kanan, belum puas mobilnya diinjek gajah. Wush, mobil itu ringsek betulan, tapi cowok itu puas, kini mobilnya mirip gambar di iklan.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak banyak banget contoh kasus, mengejar impian dengan cara gampang. Ingat kan kisah iklan model sabun mandi? Para remaja putrid yang ngotot ingin cepat jadi artis rela ngelakuin apa aja, supaya bisa lulus seleksi model sabun mandi.
Nggak mau usaha
Coba Tanya deh sama tetanggamu yang punya cita-cita jadi usaha, apa yang pertama dilakukan untuk meraih cita-citanya? Pasti jawabannya : “Pertama aku harus punya modal”. Nah lho, belum apa-apa dia udah pasang aksi untuk diberi uang. Trus gimana coba yang nggak punya modal, dilarang jadi pengusaha?
Percaya nggak kalo hampir semua pengusaha sukses, bermodal dengkul! Eh, ini bukan lelucon lho. Bapak Bambang Rahmadi, yang punya Mc. Donalds, mulai usahanya jadi pelayan! Trus, bapak Rahmat Gobel, bos nasional Gobel, juga mulai jadi bawahan, walaupun perusahaan itu milik bapaknya. Belum lagi dai kondang AA Gym,yang sukses usahanya sekarang, dimulai jadi pedagang kaki lima! Tuh kan semuanya modal dengkul, jangan mimpi deh uang jatuh dari langit.
Nggak sabaran
Ini dia penyebab utama kegagalan. Pameo, orang sabar disayang Allah, kayaknya udah nggak berlaku lagi. Begitu ada kemauan, langsung melakukan tindakan, nggak peduli, apakah tindakannya itu pas nggak dengan tujuan. Tak perlu strategi, apalagi metode, yang penting beraksi bo! Karena suka hantam kromo, akhirnya timbul opini bahwa anak jaman sekarang nggak mau susah dikit. Berita kriminalitas menyuguhkan kasus, anak yang menyiksa orang tuanya, karena hal-hal sepele, uang, barang, atau pertemanan! Sedih deh. Gimana membangun pribadi yang kuat, kokoh, tidak pantang menyerah, dan siap menghadapi kondisi jaman? Tauladani pribadi Rasulullah.
Sobat harus punya landasan dan arah yang jelas, sehingga apa yang dilakukan terus bertumpu pada tujuan. Kita punya Al Quran sebagai pedoman hidup, jadikan sebagai pegangan setiap arah langkahmu.
Berapa banyak tetangga kita yang mati karena OD. Berapa banyak kawan-kawan kita yang terjerumus dan akhirnya jatuh ke jurang paling dalam akibat drugs. Berapa banyak tetangga kita yang bersikap apatis, hidup segan mati tak mau, cuek, masa bodoh, nggak peduli, emang gue pikirin, kasian deh lu …
generasi kini, duh sedihnya
Bukan maksud hati untuk memaki, tapi karena peduli. Melihat generasi saat ini prihatin banget. Sebuah data mengungkapkan, 1,8 juta anak di tahun 2003 terkena narkoba, 11,344 pada tahun 2003 ditangkap karena melakukan tindakan criminal dan 144 anak di tahun 2002 terkena HIV/Aids. Tingginya angka-angka itu membuktikan betapa rendahnya nilai moral sebuah generasi. Tak bisa dipungkiri, merosotnya nilai moral itu akibat perubahan nilai social dan pola asuh yang tidak menekankan pada pembinaan akhlak. Akibatnya, seperti yang kita lihat deh, apatis, cuek, nggak peduli, dan sikap masa bodoh lainnya.
Cari gampang
Cara instant kini jadi trobosan. Mencari jalan gimana supaya apa yang dimaui cepet jadi kenyataan. Nggak peduli apakah jalan yang dilalui merugikan banyak orang atau nggak, yang penting, terwujud man… sikap ini jelas membuat kita sengsara, emang nggak sekarang, tapi tunggu beberapa saat lagi. Salah satu contohnya visual sebuah mobil. Seorang pemuda maksain supaya mobilnya sama dengan gambar mobil merek baru yang kecil dan rimgkes. Nggak tanggung-tanggung mobil miliknya ditabrakin ke kiri, ke kanan, belum puas mobilnya diinjek gajah. Wush, mobil itu ringsek betulan, tapi cowok itu puas, kini mobilnya mirip gambar di iklan.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak banyak banget contoh kasus, mengejar impian dengan cara gampang. Ingat kan kisah iklan model sabun mandi? Para remaja putrid yang ngotot ingin cepat jadi artis rela ngelakuin apa aja, supaya bisa lulus seleksi model sabun mandi.
Nggak mau usaha
Coba Tanya deh sama tetanggamu yang punya cita-cita jadi usaha, apa yang pertama dilakukan untuk meraih cita-citanya? Pasti jawabannya : “Pertama aku harus punya modal”. Nah lho, belum apa-apa dia udah pasang aksi untuk diberi uang. Trus gimana coba yang nggak punya modal, dilarang jadi pengusaha?
Percaya nggak kalo hampir semua pengusaha sukses, bermodal dengkul! Eh, ini bukan lelucon lho. Bapak Bambang Rahmadi, yang punya Mc. Donalds, mulai usahanya jadi pelayan! Trus, bapak Rahmat Gobel, bos nasional Gobel, juga mulai jadi bawahan, walaupun perusahaan itu milik bapaknya. Belum lagi dai kondang AA Gym,yang sukses usahanya sekarang, dimulai jadi pedagang kaki lima! Tuh kan semuanya modal dengkul, jangan mimpi deh uang jatuh dari langit.
Nggak sabaran
Ini dia penyebab utama kegagalan. Pameo, orang sabar disayang Allah, kayaknya udah nggak berlaku lagi. Begitu ada kemauan, langsung melakukan tindakan, nggak peduli, apakah tindakannya itu pas nggak dengan tujuan. Tak perlu strategi, apalagi metode, yang penting beraksi bo! Karena suka hantam kromo, akhirnya timbul opini bahwa anak jaman sekarang nggak mau susah dikit. Berita kriminalitas menyuguhkan kasus, anak yang menyiksa orang tuanya, karena hal-hal sepele, uang, barang, atau pertemanan! Sedih deh. Gimana membangun pribadi yang kuat, kokoh, tidak pantang menyerah, dan siap menghadapi kondisi jaman? Tauladani pribadi Rasulullah.
Sobat harus punya landasan dan arah yang jelas, sehingga apa yang dilakukan terus bertumpu pada tujuan. Kita punya Al Quran sebagai pedoman hidup, jadikan sebagai pegangan setiap arah langkahmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar