Bunda ..
Wajahmu biru membeku
Matamu sayu
Nafasmu sesak berasa
Bibirmu bergetar
Terus mengucap shalawat
Engkau mulai merintih kesakitan
Tanganmu menggenggam erat
Keringat mu mulai bercucuran
Nafasmu mulai tak beraturan
Teriakan pantang menyerahmu begitu kuat
Darah mulai menetes dari lubang kemaluanmu
Perlahan-lahan vaginamu membuka lebar
Tak terbayangkan bagaimana rasanya
Sudahlah Bunda ..
Jika memang engkau tak kuat
Tapi engkau terus berupaya
Tanpa mempedulikan bagaimana rasanya
Terus melangkah pasti
Aku keluar dari kediaman terindahku
Tempat bersemayam terhangat di dunia
Bermula dari kepalaku
Dilanjutkan anggota badanku
Dan berakhir dengan jemari kakiku
Aku menangis karna bahagia
Engkau pun menghembuskan napas lega
Bibirmu mengucap kata hamdalah
Senyum sapa menghias wajah cantikmu
Senyum seagung kebesaranNYA
Senyum semegah ciptaanNYA
Dengan hangat kau memeluk ku
Pelukan terhangat sehangat mentari
Sehangat kopi susu di pagi hari
Jemarimu membelai lembut wajahku
Belaian terindah semasa hidupku
Kau sapa aku dengan kecup sayangmu
Kecupan setulus hatimu
Setulus raja malam menerangi bumi
Kau hitung semua anggota tubuhku
Beberapa helai rambut halusku
Kedua alis dan mata ku
Sepasang hidung normal ku
Kedua telinga lunak ku
Satu bibir tipis ku
Kedua tangan dan kaki ku
Sepuluh jari tangan dan kaki mungil ku
Lantunan adzan terdengar di telingaku
Bunda , ayah dan aku
Komplit sudah semua terasa
Terima kasih atas semuanya Tuhan ..
Wajahmu biru membeku
Matamu sayu
Nafasmu sesak berasa
Bibirmu bergetar
Terus mengucap shalawat
Engkau mulai merintih kesakitan
Tanganmu menggenggam erat
Keringat mu mulai bercucuran
Nafasmu mulai tak beraturan
Teriakan pantang menyerahmu begitu kuat
Darah mulai menetes dari lubang kemaluanmu
Perlahan-lahan vaginamu membuka lebar
Tak terbayangkan bagaimana rasanya
Sudahlah Bunda ..
Jika memang engkau tak kuat
Tapi engkau terus berupaya
Tanpa mempedulikan bagaimana rasanya
Terus melangkah pasti
Aku keluar dari kediaman terindahku
Tempat bersemayam terhangat di dunia
Bermula dari kepalaku
Dilanjutkan anggota badanku
Dan berakhir dengan jemari kakiku
Aku menangis karna bahagia
Engkau pun menghembuskan napas lega
Bibirmu mengucap kata hamdalah
Senyum sapa menghias wajah cantikmu
Senyum seagung kebesaranNYA
Senyum semegah ciptaanNYA
Dengan hangat kau memeluk ku
Pelukan terhangat sehangat mentari
Sehangat kopi susu di pagi hari
Jemarimu membelai lembut wajahku
Belaian terindah semasa hidupku
Kau sapa aku dengan kecup sayangmu
Kecupan setulus hatimu
Setulus raja malam menerangi bumi
Kau hitung semua anggota tubuhku
Beberapa helai rambut halusku
Kedua alis dan mata ku
Sepasang hidung normal ku
Kedua telinga lunak ku
Satu bibir tipis ku
Kedua tangan dan kaki ku
Sepuluh jari tangan dan kaki mungil ku
Lantunan adzan terdengar di telingaku
Bunda , ayah dan aku
Komplit sudah semua terasa
Terima kasih atas semuanya Tuhan ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar