Kamis, 29 Januari 2009

efek yang berkepanjangan

Hidup modern di jaman seperti sekarang ini membuat kita untuk selalu berfikir praktis tanpa memikirkan gimana efeknya nanti dibelakangan. Seperti contoh makan cepat saji yang efisien segala-galanya tapi justru inilah yang menyebabkan berbagai macam penyakit akut yang mengurangi jatah hidup manusia di dunia. Pikiran efisien ini tidak hanya terjadi dalam hal makan. Adanya kendaraan bermotor membuat manusia lupa segalanya. Motor memudahkan kita. Di era sekarang, motor merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat. (I think ..). Hal ini membuat para orang tua untuk mengajarkan kepada anaknya untuk mengendarai motor. Mula-mula anak SMA sudah umum untuk berkendara motor. Kemudian merabah pada anak SMP. Dan sekarang telah mewabah di murid SD. Sungguh luar biasa .. Gimana seterusnya ya? Maybe bayi baru lahir udah di ajarin naek motor. Hahaha .. (ya ngga mungkin banget laa Devin bego. Khayalan konyol!). Semua ini pun memiliki banyak alasan kenapa para orang tua mengajarkan motor pada anak-anaknya. Of course, agar anaknya itu kemana-mana bisa pergi sendiri. Para orang tua tinggal santai-santai di rumah menanti si buah hati selamat. Untung-untung kalo SELAMAT. Lha kalo NGGA SELAMAT gimana? Padahal ngeri banget sekarang itu. Orang berkendara pada egois semua tanpa mempedulikan orang lain. Semua hanya ingin cepat sampai, jadi yang nomor satu! (halah.. mulai ngga nyambung). Ini juga menyebabkan banyaknya kendaraan motor yang membanjiri jalan. Dan ngga Cuma itu ! lebih parahnya lagi, motor itu kan mengeluarkan asap yang ngga seberapa. Itu yang paling memprihatinkan. Bayangkan satu motor biasanya menyumbang kepulan asap rata-rata 1 kilo (emangnya beras dev?). kalo 20 ribu motor berapa kilo? Asap kendaraan ini kan yang menyebabkan lapisan ozon di atas jagad raya ini menipis.. dan yang paling membuat dunia gencar adalah GLOBAL WARMING (biasanya media bilang kalo ISU GLOBAL WARMING tapi buat aku itu ngga Cuma ISU tapi FAKTA, kenyataan!). GLOBAL WARMING membuat suhu di bumi meningkat dan menyebabkan dunia panas. Bayangkan! Apa kita mau menjalani kehidupan dengan suhu yang tinggi derajatnya? Sungguh efek yang berkepanjangan! Di awali dengan gaya hidup yang efisien dan berakhir dengan kerusakan alam. Padahal, sekolah selalu mengajarkan kita untuk tidak merusak alam. Sadarlah wahai para orang tua! Toh nanti ada saatnya bagi kita untuk berkendara. Sekarang, sebagai pelajar kita belum saatnya berkendara. Kini saatnya kita untuk belajar (kurang nyambung tau!). maaf, maksudnya kini saatnya kita untuk manaiki bus, angkot, sepeda atau di antar orang tua. STOP GLOBAL WARMING! MAJU INDONESIAKU TERCINTA! Hhe ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar