Semasa nafasku berhembus
Ku tak pernah tahu siapa diriMu
Semua orang hanya berkata
ENGKAU lah Yang Maha Agung
KAU lah Sang Khalik
KAU lah Sang Pencipta
Inginku mencariMu
Tapi ku tak mampu
Terus ku mencariMu
Selang waktu berlalu
Penuntun hidupku berkata
KAU berada slalu disampingku
Ia pun berkata
KAU lebih dekat dari urat nadi leherku
Selama ini KAU terus memberiku
Tanpa ku tau siapa diriMu
Aku bagaikan orang bodoh
Terus bangga akan semua
Semua pemberianMu itu
Tanpa ku tau maksud dan tujuanMu
Aku merasa perlu mengabdi
Terus ku mencariMu
Rintangan pun berlalu
Hingga goyah lah imanku
Kau pun menegurku
Beramplopkan kenikmatan duniawi
Sepucuk kerikil gunung Slawi
Bertuliskan rintangan abadi
Aku pun takluk di tanganMu
Dengan merintih ku terus memanggilMu
Tertatih-tatih aku pun mengejarMu
Ribuan tetes tangisku
Slalu menghiasi ibadahku
Mawar merah datang menghampiriku
Indah bak permadani
Tangkai penuh berduri
Rintangan yang harus ku lewati
Merah merona bersemi
Pantang menyerah ku berjanji
Akan terus mencari
Demi kehidupan abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar